Ketombe merupakan kondisi kulit kepala dimana ada banyak serpihan yang diiringi rasa gatal yang disebabkan oleh jamur Malasezia Globosa akibat sensitivitas dan minyak berlebih yang ada di kulit kepala. Serpihan ketombe dapat terlihat baik di area rambut sampai ke bahu, sehingga dapat membuat kepercayaan diri menurun. Apabila tidak ditangani dengan tepat, ketombe dapat mengakibatkan kerontokan rambut. Kondisi ini biasanya disertai dengan rasa gatal, sehingga membuatmu tidak nyaman dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Ketombe dapat dialami oleh siapa saja, baik pria maupun wanita. Namun, ternyata resiko ketombe lebih banyak ditemukan pada pria karena struktur dan fisiologi kulit kepala yang berbeda. Pria memiliki kulit kepala yang lebih tebal dan lebih lembap, sehingga menghambat sirkulasi udara yang ada di kulit kepala dan meningkatkan jamur. Ada beberapa hal yang mungkin dapat memicu munculnya ketombe seperti kondisi kulit kepala yang kering, reaksi alergi, peningkatan produksi minyak, atau banyaknya jumlah jamur dalam kulit. Munculnya jamur pada kulit kepala menjadi penyebab yang paling umum ditemukan pada kasus ketombe. Hal ini dikarenakan oleh kondisi kulit kepala yang lembap, sehingga rentan terhadap jamur.
Terdapat beberapa faktor penyebab ketombe yang mungkin dialami, sehingga ketombe sering muncul dan tak kunjung sembuh:
Ketombe kerap ditemukan pada kulit kepala yang kurang bersih, bisa dari debu, polusi, kotoran, dan sisa produk styling yang masih menempel dan mengendap di kulit kepala. Untuk tampil lebih maksimal di hari istimewa, produk styling dibutuhkan untuk menata rambut agar lebih rapih dan meningkatkan penampilan. Namun harus diingat, bahwa setelah menggunakan produk styling Anda harus membersihkan rambut dengan baik agar tidak menyisakan sisa produk pada kulit kepala. Sisa produk yang bercampur dengan kotoran lain dan sel kulit mati yang ada di kulit kepala itulah yang dapat menyebabkan timbulnya ketombe.
Dermatitis Seboroik adalah penyakit kulit kepala yang ditandai oleh kulit yang memerah dan berminyak di area kepala, kemudian dilapisi oleh serpihan kulit yang berwarna putih yaitu ketombe. Tidak hanya kulit kepala, Dermatitis Seboroik juga dapat menyerang alis, belakang telinga, hingga dada dan selangkangan yang memiliki banyak kelenjar minyak.
ERHAIR Scalperfect Anti Dandruff Shampoo (Source: ERHAIR)
Salah satu solusi yang wajib dilakukan untuk membersihkan kulit kepala dan mengatasi ketombe adalah dengan menggunakan shampoo yang tepat. Tidak hanya berfungsi untuk membersihkan kulit kepala, tetapi juga mencegah timbulnya ketombe. Shampoo yang tepat bisa Anda temukan di ERHAIR Scalperfect Anti Dandruff Shampoo!
ERHAIR Scalperfect Anti Dandruff Shampoo terbukti mampu mengurangi ketombe, gatal, dan minyak berlebih hanya dalam 7 hari! Dilengkapi dengan dua kandungan anti ketombe Piroctone Olamine & Climbazole, yang berfungsi untuk mengatasi ketombe hingga dermatitis seboroik ringan serta mengurangi gatal pada kulit kepala. Diperkaya dengan Lavender Oil dan Menthol yang memberikan efek sejuk dan nyaman di kulit kepala.
Shampoo anti ketombe pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memiliki kombinasi Dual Poten Anti-Dandruff Actives ini sangat cocok untuk Anda, terutama yang sedang memiliki masalah ketombe. Untuk hasil yang lebih maksimal, Anda bisa gunakan ERHAIR Scalperfect series lainnya.
Diformulasikan dengan kandungan efektif yang telah teruji klinis, ERHAIR merupakan solusi yang tepat untuk perawatan rambut dan kulit kepala Anda. Dapatkan seluruh produk ERHAIR di toko kecantikan, e-commerce, watsons. Untuk informasi lebih lanjut mengenai ERHAIR, kunjungi instagram kami di @erhair_official dan website disini.
Salah satu masalah kulit yang tidak dapat dihindari semua orang adalah penuaan kulit. Tanda penuaan kulit ini dapat muncul sejak usia 20-an, lho! Jika tidak dirawat dengan baik, tanda-tanda penuaan tersebut akan tampak jelas dan sulit untuk disamarkan di usia 40-an.
Ketika kulit sedang breakout atau jerawatan, kita cenderung mengehentikan pemakaian beberapa produk perawatan kulit untuk mencegah kondisi jerawat tambah parah. Alhasil, produk-produk dengan tekstur rich yang melembapkan juga ditinggalkan, salah satunya adalah sunscreen. Apa benar, kita harus stop pakai suncreen kalau kulit lagi berjerawat? Simak terus artikel ini untuk cari tahu jawabannya!
Meskipun sedang berpuasa, semangat menjalani aktivitas sehari-hari harus tetap lanjut, dong! Biasanya nih, masalah kulit yang paling sering muncul saat berpuasa adalah kulit kering dan kusam akibat kurangnya asupan cairan pada tubuh. Alhasil, kulit jadi tampak lebih pucat dan cenderung lebih mudah timbul masalah kulit. Untuk itu, kamu perlu perlindungan kulit yang tidak hanya melindungi tapi juga merawat kulit, kira-kira apa ya?